Data News

Pendidikan Berkualitas Bagi Seluruh anak Indonesia

Jakarta, 12 Juli. Polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terjadi baru-baru ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menurut Anggota komisi X DPR RI fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru terdapat dua masalah pokok yang saling terkait. Yaitu persoalan minimnya daya tamping sekolah negeri dan juga permasalahan dalam sistem seleksi siswa.

Bagi Ratih permasalahan ini akan mempunyai dampak yang signifikan pada keluarga yang kurang mampu yang kesulitan untuk mengakses Pendidikan yang berkualitas. Baginya latar belakang ekonomi seseorang tidak boleh mempengaruhi akses mereka terhadapa Pendidikan yang berkualitas.

“Harapan kita adalah adanya solusi yang dapat meningkatkan daya tampung sekolah negeri, memperbaiki sistem seleksi PPDB, dan memberikan akses yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu,” ujar Ratih.

Ratih menegaskan agar proses PPDB terus dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan apa yang terjadi dilapangan. Ia berharap keterlibatan pemerintah daerah, dinas Pendidikan, serta masyarakat harus berkolaborasi untuk mengidentifikasi kelemahan yang ada pada sistem dan mengevaluasinya. Selain itu ratih juga dengan tegas berpendapat bahwa jika terjadi kecurangan dalam PPDB maka seharusnya diproses hukum untuk mencegah praktik yang sama dimasa yang akan datang.

“Dalam hal ini, kerja sama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum sangat penting,” tegasnya.

Selain itu Ratih juga menyoroti masalah lain yang juga penting yaitu terkait dengan edukasi tentang hak dan kesempatan Pendidikan di masyarakat terutama bagi keluarga kurang mampu. Ia berharap informasi dapat diberikan seluas-luasnya pada masyarakat terkait program, akses, dan hak mengakses Pendidikan.

“Kita memiliki harapan besar untuk mewujudkan akses pendidikan yang adil dan merata di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendidikan, semoga kita dapat mewujudkan solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah akses pendidikan untuk menjadi lebih berkeadilan,” pungkasnya

Back to Top