Kupang, (25/7). Disoroti oleh Ahmad
Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, mengenai sejumlah permasalahan di
lingkup Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Mulai dari kebutuhan anggaran, hingga
gedung yang sudah tua yang memerlukan renovasi.
"Masalah pengawasan dan budgeting
menjadi catatan utama kami. Banyak gedung tua yang harus segera diperhatikan.
Hasil kunjungan ini akan kami sampaikan kepada Badan Anggaran DPR untuk
mendapat tindak lanjut," ujar Sahroni saat memimpin Kunker Reses Komisi III DPR di Mapolda
NTT, di Kupang, Jumat (25/7/2025).
Apresiasi disampaikan oleh Legislator
Partai NasDem itu, terhadap kinerja Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, yang
dinilai telah menunjukkan integritas tinggi dalam waktu singkat sejak menjabat.
Kinerja Kapolda dalam membangun
komunikasi yang baik dengan masyarakat juga dianggap sebagai langkah positif
yang harus dipertahankan dan dikembangkan.
"Kapolda NTT menunjukkan kemampuan
dan komitmen luar biasa. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang diharapkan
oleh masyarakat Indonesia," kata Sahroni.
Selain itu, perhatian khusus juga
diberikan Sahroni, kepada anggota Babinkamtibmas yang bertugas di wilayah
terluar dan perbatasan. Dalam kesempatan tersebut, Komisi III memberikan
bantuan 20 unit motor trail guna mendukung operasional para petugas di
lapangan.
"Motor trail ini sangat dibutuhkan,
terutama oleh polsek-polsek yang berada di daerah perbatasan. Ini akan sangat
membantu mobilitas dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Sahroni.
Kapolda NTT dalam kesempatan yang sama, menyampaikan
rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Diakui mereka,
masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan publik, namun berkomitmen
untuk terus melakukan perbaikan.
"Kami menerima banyak masukan dan
kritik yang membangun. Ini menjadi semangat bagi kami untuk memperbaiki layanan
dan menjadi institusi yang lebih dipercaya masyarakat," ujar Rudi.
Kunjungan tersebut jadi wujud sinergi
antara legislatif dan kepolisian, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,
khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti NTT. (JHL.678)