Malang, (03/12). Anggota Komisi I DPR
RI, Andina Thresia Narang, menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan
pertahanan nasional berbasis teknologi siber dalam menghadapi perubahan
karakter ancaman global.
"Saat ini perkembangan geopolitik
internasional telah mengarah pada perang berbasis digital," kata Andina dalam Kunjungan Kerja
Spesifik Komisi I DPR ke PT Pindad (Persero) di Malang, Jawa Timur, Selasa
(2/12/2025).
Disampaikan oleh Andina, bahwa industri
pertahanan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
“Perang modern sudah lebih mengarah pada
cyber warfare. Karena itu saya ingin tahu apakah PT PINDAD sudah memperkuat
produk-produk berbasis elektronik, termasuk pure control system, sensoris, dan
amunisi cerdas,”
ujarnya.
Disoroti juga olehnya, mengenai perkembangan
amunisi cerdas yang telah menjadi standar di beberapa negara maju. Ia
mempertanyakan sejauh mana tingkat teknologi Pindad dalam mengembangkan sistem
ledakan digital jarak jauh. “Saya tadi melihat pengembangannya masih
cenderung mekanis. Apakah sistem ledakan jarak jauh itu sudah diproduksi secara
digital? Dan dibanding negara lain, termasuk Prancis, kita berada pada posisi
teknologi yang ke berapa?” tegasnya.
Selain itu, ditekankan olehnya, mengenai
pentingnya strategi riset dan inovasi yang dilakukan secara terencana dan tepat
sasaran. Menurutnya, penguatan riset menjadi syarat mutlak bagi Pindad untuk
mencapai daya saing global. “Riset dan pengembangan ini harus dipikirkan
dengan benar dan tepat. Jika Pindad menargetkan masuk top 50, tentu harus
disiapkan dengan strategi yang kuat,” katanya.
Andina memastikan bahwa Komisi I DPR RI
akan terus mendorong Pindaad dalam penguatan teknologi siber dan digital. Dinilai
olehnya, bahwa kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi pola ancaman
modern. Optimalisasi riset dan inovasi disebutnya sebagai langkah strategis
yang tidak dapat ditunda.
Pada akhir kunjungan, ditegaskan oleh Andina,
mengenai komitmen Komisi I dalam memberikan dukungan kebijakan terhadap
industri pertahanan nasional.
Disampaikan olehnya, bahwa peningkatan
kapabilitas berbasis elektronik dan siber akan memperkuat posisi Indonesia
dalam menghadapi persaingan global. Dengan demikian, Pindad diharapkan mampu
terus meningkatkan kualitas dan kemandirian teknologinya. (JHL 899)