Data News

Ketua komisi VII minta pemerintah pantau kenaikan harga minyak mentah dunia

Jakarta, 19 Oktober. Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, telah mengeluarkan peringatan penting kepada pemerintah untuk terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia yang terus naik dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyampaikan keprihatinannya terkait potensi dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap subsidi BBM dari APBN, khususnya jenis BBM Pertalite, jika harga minyak terus melambung.

"Kemungkinan-kemungkinan apa yang kita hitung. Kenapa? Kalau terus menerus ICP di atas US$95 per barel, dipastikan tidak tahan juga APBN," ujar Sugeng.

Harga minyak mentah dunia terus meroket, dengan harga mencapai US$88,32 per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) AS dan US$91,45 per barel untuk brent crude oil. Dalam neraca APBN, pemerintah telah menetapkan angka acuan subsidi BBM dengan harga ICP sebesar US$82 per barel. Namun, jika tren kenaikan harga minyak terus berlanjut, harga ICP diperkirakan akan melampaui perhitungan awal untuk subsidi BBM.

Sugeng juga mengingatkan pada kasus tahun 2021 ketika APBN terbebani oleh kenaikan harga minyak yang signifikan. Oleh karena itu, Komisi VII DPR terus mengawasi pergerakan harga ICP dan memastikan kuota BBM subsidi, terutama Pertalite, tetap terkendali.

Selain itu, legislator NasDem ini mendorong antisipasi terhadap perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi jika harga BBM nonsubsidi terus meningkat. Ini adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas anggaran APBN 2024 yang telah ditetapkan. Sugeng menekankan perlunya kewaspadaan terus menerus dalam menghadapi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak dapat diprediksi dengan pasti.

Back to Top