Data News

Penerimaan Personel Penyandang Disabilitas oleh Polri Diapresiasi Sahroni.

Jakarta (28/2). Langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menerima dua orang personel penyandang disabilitas diapresiasi oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Polri dianggap sebagai lembaga yang sangat humanis dan inklusif.

"Sebagai mitra kerja kepolisian, Komisi III bangga sekali dengan kinerja Polri di bawah kepemimpinan Pak Kapolri Listyo Sigit. Polri tak hanya menjadi lebih humanis, tapi juga jadi jauh lebih inklusif. Kita bisa sebut semuanya, mulai dari kesetaraan gender, kesetaraan akses masuk tanpa pungli, dan kini pemberian kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengabdi. Terobosan yang luar biasa," ungkap Sahroni dalam keterangannya, Selasa (27/2).

Kapolri dianggap betul-betul menerapkan sistem merit dalam kepemimpinan Polri oleh Legislator NasDem dari Dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu). Hal ini disebabkan tidak hanya mempromosikan dan mengapresiasi yang berprestasi, tetapi juga berani memberi sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran.

"Pak Kapolri ini benar-benar menerapkan sistem merit di tubuh kepolisian. Semua diseleksi berdasarkan kapasitas, dan semua diapresiasi berdasarkan capaian, bukan kedekatan. Bahkan kalau ada oknum yang melanggar pun sudah tidak kenal kata ampun, pasti langsung disikat habis. Ini yang selalu kita harapkan selama ini, Polri yang profesional dan dapat diandalkan," ungkap Sahroni.

Diprediksi lolos lagi ke Senayan pasca pemilu 14 Februari 2024, Sahroni meminta agar Polri terus mempertahankan sistem yang sudah baik ini. Hal ini bertujuan agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri dapat terus meningkat.

"Jadi tolong dipertahankan apa yang sudah baik ini. Kalau bisa, percaya deh, masyarakat akan semakin cinta dan percaya kepada Polri," pungkasnya.(JHL55)

Back to Top