Jakarta, 20
September. Fraksi Partai NasDem dalam pandangan mereka terhadap Rancangan
Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024
mengusulkan agar anggaran yang dialokasikan untuk subsidi mobil listrik
dialihkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung pada kehidupan
masyarakat.
Anggota Badan
Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, menyatakan bahwa
partainya berpendapat bahwa alokasi anggaran tersebut sebaiknya digunakan untuk
mendukung sektor produktif, seperti pertanian. Sektor pertanian dianggap
sebagai salah satu sektor yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja,
meskipun pertumbuhannya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
"NasDem
memandang bahwa anggaran tersebut lebih baik disalurkan ke sektor produktif
seperti pertanian yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja, di mana
pertumbuhan terus menurun dari tahun-ketahun,” tegas Charles.
Charles juga
menyoroti penurunan kontribusi sektor industri pengolahan yang perlu mendapat
perhatian serius dari pemerintah. Oleh karena itu, Fraksi NasDem mengharapkan
pemerintah untuk mendorong agroindustri dengan memberikan prioritas pada proses
hilirisasi sektor pangan.
Selain itu,
Fraksi NasDem juga mengajukan permintaan agar pemerintah menjadi lebih proaktif
dalam mengatasi fenomena informalisasi tenaga kerja, terutama dalam upaya
mengurangi tingkat kemiskinan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) hingga
Februari 2023 mengungkapkan bahwa mayoritas tenaga kerja di Indonesia bekerja
di sektor informal, mencapai 60,12%, sementara sisanya bekerja di sektor formal
sebanyak 39,88%.
Charles
menekankan pentingnya pemerintah melakukan validasi dan pemutakhiran data
terpadu kesejahteraan sosial secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa
program perlindungan sosial yang ditujukan kepada masyarakat miskin dan rentan
dapat mencapai sasaran dengan tepat. Ini menjadi langkah penting dalam
mendukung upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia.