Jakarta,
(17/1). Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang juga Ketua Liga Parlemen
Indonesia-Jepang, Rachmat Gobel, mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan
perubahan iklim dan daya dukung ekonomi dunia yang fluktuatif, Jepang
menawarkan konsep pembangunan perumahan, gedung, dan kota yang berkelanjutan
untuk Indonesia.
“Ada
spirit yang diringkas dalam frasa Japan Technology and Japan Quality. Jepang
siap mendukung program Presiden Prabowo untuk membangun tiga juta rumah,”
ungkap Gobel saat menyampaikan pidato pembukaan pada seminar bertema
Sustainable Housing, Building, and Cities in Indonesia, pada 14-15 Januari 2025
di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Seminar
yang berlangsung di Hotel Fairmont itu dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan
Kawasan Permukiman Fahri Hamzah. Hadir pula Duta Besar Jepang untuk Indonesia
Masaki Yasushi.
Acara
itu didukung Kedutaan Jepang di Indonesia, JICA Indonesia, Jetro Jakarta, Kadin
Indonesia, dan The Jakarta Japan Club. Seminar diadakan sebagai bagian dari
rangkaian kunjungan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba ke Indonesia.
Dalam
pernyataannya, Perdana Menteri Jepang sangat mendukung program-program
pemerintahan Presiden Prabowo seperti makan bergizi gratis (MBG), peningkatan
sektor pertanian dan perikanan, swasembada pangan, industrialisasi, hilirisasi,
dekarbonisasi, energi, infrastruktur, dan perumahan.
Pemerintahan
Prabowo bertekad membangun tiga juta rumah pada 2025 Dalam acara seminar
tersebut, Fahri Hamzah memaparkan konsep pembangunan perumahan dan kawasan
permukiman yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.
Dalam
kesempatan tersebut, Gobel menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah
mencanangkan Asta Cita. Pada cita ke-6 tertulis, 'Membangun dari desa dan dari
bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan'.
Selain
itu, ada 17 program prioritas yang disusun oleh pemerintahan Prabowo dan pada program
prioritas ke-6 dinyatakan, 'Menjamin rumah murah dan sanitasi untuk
masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan'. Juga sudah dicanangkan pada
tahun pertama akan dibangun tiga juta rumah untuk rakyat miskin, yaitu satu
juta di perkotaan, satu juta di perdesaan, dan satu juta di pesisir.
Diingatkan
oleh Gobel, agar dalam upaya menyediakan rumah sebanyak-banyaknya, dari awal harus
dipikirkan kualitas dan daya dukung lingkungannya.
“Ada
dimensi keseimbangan alam dan juga keseimbangan sosial. Sehingga menciptakan
kesehatan lingkungan dan kesehatan sosial,” tegas Gobel.
Disampaikan
juga oleh Kapoksi NasDem di Komisi VI DPR RI itu, saat ini masih ada 9,36%
penduduk di bawah garis kemiskinan. Jumlah mereka sekitar 25,9 juta orang. Dari
data BPS terungkap masih ada 15,21% penduduk yang belum memiliki rumah.
Sedangkan jumlah rumah tangga di Indonesia sekitar 70,628 juta. Jika satu rumah
untuk tiap rumah tangga, maka angka 15,21% yang belum memiliki rumah adalah
10,74 juta keluarga. Namun demikian pihak REI menyatakan yang belum memiliki
rumah sekitar 25 juta keluarga.
“Masih
banyak penduduk Indonesia yang belum memiliki rumah dan negara harus
bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya.
Berdasarkan
penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, legislator NasDem dari Dapil
Gorontalo itu menjelaskan, pada 2025 ini pemerintah telah mengalokasikan
dukungan pembiayaan perumahan sebesar Rp35 triliun untuk fasilitas pembiayaan
perumahan, subsidi bantuan uang muka, subsidi selisih bunga, dan dukungan
melalui Tapera.
“Masih
butuh dana lebih besar lagi untuk mencapai tiga juta rumah. Karena itu,
pemerintah tidak bisa sendirian untuk menyediakan rumah sebanyak itu. Butuh
partisipasi semua pihak, terutama investasi dari sektor swasta nasional maupun
asing. Untuk itu, Indonesia menyambut baik prakarsa Jepang untuk membantu
Indonesia di sektor perumahan,” katanya. (JHL.393)