Data News

Tambang emas illegal di Papua Barat jadi sorotan Rico Sia

Jakarta, 7 November. Rico Sia, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, mengangkat isu serius mengenai keberadaan tambang-tambang ilegal di Papua Barat, khususnya tambang emas di Distrik Masni. Dalam rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta, Rico menyoroti aktivitas ilegal yang kembali beroperasi meski sudah pernah ditindak oleh pihak berwenang.

"Di dapil kami juga di (Distrik) Masni ada pertambangan emas yang sudah pernah diberantas, ada yang sudah ditangkap, namun sekarang mulai beraktivitas lagi dengan alat-alat berat yang cukup banyak di sana, di Papua Barat," ujar Rico.

Rico meminta Kementerian ESDM, khususnya Dirjen Minerba, untuk memberikan perhatian lebih terhadap praktik tambang ilegal demi perlindungan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

"Mohon atensi dari Pak Plt Dirjen Minerba, sehingga kekayaan negara khususnya juga lingkungan di Papua yang menjadi sumber paru-paru oksigen dunia ini bisa terlindungi dan tentunya manfaatnya dapat menambah PNBP. Bukan diambil segelintir orang atau oknum-oknum lalu kita enggak dapat apa-apa," ungkapnya.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan pentingnya kepastian hukum terkait pertambangan mineral, terutama di Papua yang memiliki potensi sumber daya mineral yang melimpah.

"Kita tahu Papua salah satu provinsi di mana sumber mineralnya cukup banyak sehingga hal-hal yang sifatnya kepastian hukum menjadi penting. Tadi ada satu contoh kembali bahwa dulu dikatakan illegal mining ternyata sekarang beroperasi kembali bahkan dengan alat berat yang cukup masif. Ini Pak Dirjen dapat menjadi perhatian," ujarnya.

Back to Top