Tanjung, 20
September. M Syamsul Luthfi, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai
NasDem, telah menyoroti peran penting ekspor dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi wilayah. Dalam seminar bertajuk "Membangun Semangat Ekspor untuk
Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Lombok Utara" yang digelar di Kecamatan
Pemenang, Lombok Utara, Syamsul Luthfi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi
suatu daerah dapat dipercepat melalui pertumbuhan ekspor yang baik, terutama
ekspor komoditas dari sektor-sektor yang memiliki keunggulan kompetitif.
Menurut Syamsul
Luthfi, peningkatan ekspor memiliki efek pengganda atau multiplier effect yang
signifikan pada perekonomian wilayah tersebut. Hal ini berarti bahwa
peningkatan dalam ekspor akan memberikan dampak positif yang besar pada sektor
ekonomi lokal.
Seminar
tersebut merupakan hasil kerja sama antara Syamsul Luthfi dan BP Batam, yang
dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Subbag Hubungan Komunikasi Media
dan Antar Lembaga, perwakilan perangkat desa, pelaku usaha, dan masyarakat
setempat.
Syamsul Luthfi
menekankan bahwa ekspor memainkan peran kunci dalam meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Ekspor tidak hanya memberikan pemasukan ke negara melalui pendapatan
dan mata uang asing, tetapi juga dapat digunakan untuk memperbaiki
infrastruktur dan menciptakan iklim investasi yang menarik di berbagai daerah.
"Ekspor
dapat memberikam pemasukan anggaran negara melalui pendapatan dan mata uang
asing yang dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan menciptakan
iklim investasi yang menarik di semua daerah," ujarnya.
Ia juga
mencatat bahwa BP Batam merupakan kawasan industri modern yang berorientasi
ekspor, dengan nilai ekspor yang terus meningkat. Pada tahun 2022, ekspor Batam
mencapai US$15,5 juta, sementara pertumbuhan ekonominya mencapai 6,84%,
melebihi pertumbuhan nasional sebesar 5,03%.
"Dengan
kondisi ini, Batam memiliki keistimewaan dalam dunia perdagangan bebas, yang
sekaligus memiliki kawasan ekonomi khusus. Batam juga didukung oleh
infrastruktur dan kebijakan yang mendukung tumbuhnya iklim investasi secara
nasional," tukas
Syamsul.