Data News

Nurhadi Himbau perketat prokes dan kurangi aktifitas luar ruangan untuk kurangi ISPA

Jakarta, 29 Agustus. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan lebih ketat dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Hal ini menjadi perhatian mengingat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi di wilayah Jabodetabek akibat tingginya pencemaran udara.

"Mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, serta menutup ventilasi rumah, kantor, dan tempat umum saat polusi udara tinggi. Juga segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan,” kata Nurhadi

Nurhadi menekankan bahwa pemerintah perlu bertindak cepat dalam menangani penurunan kualitas udara yang berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. Upaya untuk mengendalikan peningkatan kasus ISPA harus dijalankan dengan segera.

Dalam jangka panjang, Nurhadi menyarankan adopsi transportasi massal dan kendaraan berbasis listrik guna mengurangi emisi. Ia juga mendesak pabrik dan pembangkit listrik untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam pembuangan limbah.

Ia juga mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan yang telah membentuk Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Dampak Polusi Udara serta memasang sensor udara di berbagai lokasi. Informasi tentang kualitas udara juga tersedia melalui aplikasi Satu Sehat.

“Peringatan polusi udara ini juga terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat. Dengan begitu, warga bisa mendapatkan rekomendasi terkait keperluan dalam aksi yang dilakukan saat polusi sedang tinggi atau kualitas udara buruk," jelasnya.

Nurhadi melaporkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan rekayasa cuaca di Jabodetabek sebagai upaya mengendalikan polusi udara dan dampaknya terhadap penyakit ISPA. Dalam konteks ini, Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Dampak Polusi Udara, Agus Dwi Susanto, mengungkapkan peningkatan signifikan kasus ISPA di Jabodetabek hingga Agustus 2023. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan polusi udara di wilayah tersebut.

Back to Top