Padang,
(03/7). Ditegaskan oleh Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,
M. Shadiq Pasadigoe, bahwa perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi
penting dalam membangun ekonomi kreatif, meningkatkan daya saing produk daerah,
serta melindungi karya dan inovasi anak bangsa.
Penegasan
tersebut disampaikan saat membuka Kegiatan Layanan Diseminasi Komunikasi
Masyarakat Bidang Kekayaan Intelektual, yang diselenggarakan di Aula Studio UPT
Asrama Haji, Padang, Sumatra Barat, Jumat (3/7/2026).
“Sumatra
Barat memiliki kekayaan intelektual yang sangat melimpah. Berbagai produk
unggulan seperti rendang, Songket Silungkang, tenun Pandai Sikek, sulaman
Minangkabau, kerajinan tradisional, seni budaya, hingga beragam produk UMKM
merupakan kekayaan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan harus
memperoleh perlindungan hukum,” jelas Shadiq dalam sambutannya.
Menurutnya,
perlindungan melalui hak cipta, merek, paten, desain industri, indikasi
geografis, dan bentuk kekayaan intelektual lainnya merupakan langkah penting
untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, sekaligus
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai
anggota Komisi XIII DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Hukum Republik
Indonesia, saya akan terus memperjuangkan kebijakan yang memperkuat
perlindungan kekayaan intelektual serta memperluas akses layanan bagi
masyarakat. Kita ingin semakin banyak karya anak bangsa yang terlindungi dan
mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Shadiq.
Legislator
NasDem dari Dapil Sumatra Barat I itu juga mengajak para pelaku UMKM, seniman,
akademisi, mahasiswa, dan generasi muda untuk tidak ragu mendaftarkan hasil
karya mereka sebagai bentuk perlindungan hukum sekaligus investasi ekonomi di
masa depan.
Di
tempat yang sama, Wali Kota Padang H. Fadly Amran, menyampaikan apresiasi
kepada M. Shadiq Pasadigoe dan Kementerian Hukum Republik Indonesia atas
penyelenggaraan kegiatan tersebut di Kota Padang. Menurutnya, edukasi mengenai
kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam membangun budaya inovasi dan
memperkuat daya saing daerah.
Dalam
sambutannya, diungkapkan oleh Fadly Amran, bahwa Pemerintah Kota Padang saat
ini tengah mempersiapkan pengajuan Kota Padang sebagai anggota UNESCO Creative
Cities Network (UCCN) pada kategori Creative City of Gastronomy (Kota Kreatif
Kuliner). Menurutnya, kekayaan kuliner Minangkabau yang telah dikenal di
tingkat nasional maupun internasional menjadi modal besar untuk meraih
pengakuan dunia.
“Kami
sedang mempersiapkan seluruh persyaratan agar Kota Padang dapat diajukan
sebagai Kota Kreatif Kuliner UNESCO. Ini merupakan langkah strategis untuk
memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota kuliner, meningkatkan sektor
pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, serta membuka peluang investasi yang
lebih luas,” ujar Fadly.
Ditambahkan
olehnya, bahwa keberhasilan tersebut harus diiringi dengan meningkatnya
kesadaran masyarakat dalam melindungi hak cipta, merek, resep, inovasi produk,
dan berbagai bentuk kekayaan intelektual lainnya sehingga produk-produk
unggulan Kota Padang memiliki perlindungan hukum yang kuat dan mampu bersaing
di pasar global.
Sedangkan,
dijelaskan oleh Desmaniar, Ketua Komite Informasi Publik 2014-2019 yang juga
tokoh masyarakat Padang, bahwa Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatra Barat
terus memberikan layanan konsultasi, pendampingan, serta fasilitasi pendaftaran
hak kekayaan intelektual kepada masyarakat. Menurutnya, semakin banyak karya
yang didaftarkan, semakin besar pula peluang peningkatan nilai ekonomi dan
perlindungan hukum bagi para penciptanya.
Menutup
sambutannya, diharapkan Shadiq, kegiatan itu menjadi momentum untuk
meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus mendorong lahirnya semakin
banyak produk unggulan Sumatra Barat yang terlindungi secara hukum, memiliki
daya saing tinggi, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional
maupun internasional.
“Jika
setiap karya masyarakat terlindungi, maka inovasi akan terus tumbuh, ekonomi
daerah akan semakin kuat, dan Sumatra Barat akan menjadi salah satu pusat
ekonomi kreatif Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkas
Shadiq. (JHL.7)