Jakarta, (28/4). Irma Suryani, selaku Anggota
Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, mendukung wacana pencabutan
moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi. Setelah
pencabutan, PMI bisa segera dikirim ke negara minyak tersebut.
"Setelah moratorium ini dibuka,
karena Presiden juga setuju, saya pribadi setuju. Kenapa saya setuju? Kalau
kita enggak setuju, kita tidak memanfaatkan bonus demografi kita yang sangat
besar hari ini,"
kata Irma dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan BP2MI, Kementerian
Ketenagakerjaan, dan Atase Ketenagakerjaan di Ara Saudi, di Kompleks Parlemen,
Jakarta, Senin (28/4/2025).
Meski demikian, Pemerintah dihimbau oleh
Irma agar memperbaiki keterampilan dan kompetensi PMI yang akan berangkat ke
luar negeri.
"Skill PMI kita yang dikirim harus
sesuai dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun pasar tenaga kerja
internasional. Itu menjadi PR Pak Menteri untuk bisa menjaga ini secara
ketat," tandasnya.
Dimintai juga oleh Irma, Atase
Ketenagakerjaan (Atnaker) di luar negeri aktif dalam menjalankan fungsinya,
salah satunya membantu mencari lapangan kerja bagi PMI.
"Kalau cuman duduk-duduk,
ongkang-ongkang di sana, ngapain? Kalau ada masalah baru kerja. Seperti itu
selama ini yang terjadi. Tapi tidak ikut bertanggung jawab untuk bisa
mendapatkan atau mencari pekerjaan yang bisa ditempati oleh tenaga-tenaga kerja
kita," ujarnya.
Terkait alur pendampingan hukum bagi
PMI, juga diggarisbawahi olehnya.
Komunikasi intensif harus dijalin dengan imigrasi dan penegak hukum, terutama
untuk mengatasi jalur penyeberangan ilegal.
"Apalagi di jalur-jalur tikus
tempat PMI nyebrang secara ilegal. Ini juga harus dikomunikasikan secara baik
dengan aparat. Karena backing-nya banyak aparat juga,Pak Menteri. Jadi harus
berani," tegasnya.
Rencana kerja Kementerian
Ketenagakerjaan dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang
komprehensif, diapresiasi juga oleh Irma. Diharapkan eksekusi program-program
tersebut dapat berjalan baik.
"Kalau dijalankan sesuai dengan apa
yang tadi disampaikan, saya kira zero accident itu bisa dicapai," kata Irma.
Diakhir Irma dengan meminta pemerintah
menaikkan anggaran kementerian/lembaga sektor ketenagakerjaan.
"Kalau hanya seperti hari ini
(anggaran), apa yang dilakukan Pak Menteri saya yakin maksimal, tapi tidak
mungkin berhasil kalau anggarannya tidak cukup," pungkasnya. (JHL.527)