Jakarta, (13/4). Anggota Komisi XIII DPR RI, Muslim
Ayub, mendorong penguatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui
peta jalan yang terarah, serta penguatan kelembagaan berbasis aktualisasi
Pancasila dan digitalisasi.
“Fokus penguatan kepada BPIP ini menyangkut
aktualisasi Pancasila dan digitalisasi penguatan kelembagaan. Ini sangat
penting dalam proses pelaksanaan kegiatan ke depan,” ujar Muslim dalam RDP Komisi XIII dengan Yudian
Wahyudi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dinilai olehnya, bahwa peta jalan BPIP harus
selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah dan diperkuat melalui sosialisasi
yang masif hingga ke tingkat akar rumput.
“Kalau berbicara peta jalan BPIP, justru kami di
lapangan yang memberikan arah itu kepada masyarakat. Karena sosialisasi yang
kami lakukan benar-benar menyentuh grassroot, mulai dari desa hingga provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat
terhadap sosialisasi Pancasila menjadi sinyal bahwa program BPIP perlu
diperluas di berbagai daerah.
“Masyarakat dan tokoh-tokoh di daerah menanyakan
kapan sosialisasi dilakukan di wilayah mereka. Ini menunjukkan kebutuhan yang
besar dan harus menjadi perhatian,”
katanya.
Muslim juga mengapresiasi capaian BPIP sepanjang
2025, serta membuka ruang kolaborasi dengan DPR dalam memperkuat implementasi
ideologi Pancasila di tengah masyarakat.
Ditambahkan olehnya, bahwa rencana program jangka
menengah BPIP periode 2026–2030, telah menunjukkan arah yang jelas dalam
memastikan nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan secara nyata.
“Program jangka menengah ini menegaskan bahwa BPIP
hadir untuk memastikan implementasi Pancasila di tengah masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (JHL.7)