Jakarta, (17/7). Diharapkan oleh Shadiq
Pasadigoe, Anggota Komisi XIII DPR RI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT), mengedepankan pendekatan yang preventif, edukatif, dan humanis dalam
menangani persoalan radikalisme dan terorisme di Tanah Air.
Ditegaskan oleh Legislator Partai NasDem
itu, agar upaya pencegahan jauh lebih strategis, dibandingkan dengan
penindakan.
“Pencegahan lebih utama daripada
penindakan. BNPT harus hadir dengan pendekatan yang humanis, merangkul, dan
mencerahkan,” tegas
Shadiq, Kamis (17/7/2025).
Menurut Shadiq, penanggulangan terorisme
tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang
melibatkan tokoh agama, tokoh adat, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi
masyarakat.
“BNPT jangan hanya dilihat sebagai
lembaga keamanan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni kebhinekaan. Narasi yang
dibangun harus narasi persatuan, bukan ketakutan,” tambahnya.
Diingatkan juga oleh Shadiq, mengenai pentingnya
membangun sistem deteksi dini, yang melibatkan masyarakat secara aktif.
BNPT didorong olehnya, untuk memperluas
program-program pembinaan ideologi kebangsaan sejak usia dini, baik di
sekolah-sekolah, maupun lingkungan pesantren, dan organisasi masyarakat.
Ditekankan oleh Shadiq, bahwa penanganan
radikalisme harus tetap berpijak pada prinsip keadilan, hak asasi manusia, dan
semangat restoratif.
“Radikalisme tidak bisa diselesaikan
dengan kekerasan. Harus dengan pendekatan nilai, pendidikan, dan kepercayaan
masyarakat kepada negara,”
tutupnya.(JHL.661)