Jakarta, (23/4). Ahmad Sahroni, selaku Wakil
Ketua Komisi III DPR RI, meminta agar Polri mengungkap dan menindak tegas pihak
yang ingin melawan dan menghancurkan citra Kejaksaan Agung (Kejagung). Serangan
terhadap Korps Adhyaksa kerap terjadi setelah pengungkapan kasus-kasus kakap.
"Sebenarnya ini sudah kelihatan
sejak Kejagung buka kasus-kasus besar, mulai muncul serangan yang mengarah ke
Kejagung, mulai dari lembaga hingga perseorangan. Secara kasat mata kita bisa
lihat bagaimana upaya perlawanan balik ini muncul dari mereka yang
berperkara," ujar
Sahroni, Selasa (22/4/2025).
Tian Bahtiar, yang merupakan Direktur
Pemberitaan JAK TV, ditetapkan sebagai tersangka setelah menerima uang Rp487
juta untuk membuat dan menyebarkan berita yang menyudutkan Kejagung.
Tian menerima Uang tersebut, atas nama
pribadi tanpa kerja sama dengan JAK TV. Disampaikan oleh Direktur Penyidikan
pada JAM-Pidsus Kejagung, Abdul Qohar, Selasa (22/4), bahwa narasi negatif
disiarkan dalam berbagai bentuk publikasi, mulai dari pemberitaan hingga acara
seminar.
"Nah, apalagi setelah terungkapnya
kasus JAK TV ini, jelas ada penyerangan secara terstruktur terhadap institusi
Kejagung. Ini tidak pernah kita bisa bayangkan sebelumnya, penyerangan lewat
media, dan bukan media sembarangan,” ujar Sahroni
Legialator Partai NasDem itu pun meminta,
seluruh pelaku yang terlibat mendapat hukuman setimpal, tanpa dilindungi oleh
UU keprofesian.
“Saya harap tidak ada lembaga
keprofesian yang berusaha melindungi pelaku, karena ini bukan ranah pers lagi,
tidak bisa berlindung di balik UU Pers. Jadi saya minta tangkap saja semua yang
terlibat. Ini jelas tindakan kriminal yang justru merusak marwah pers. Sengaja
mendapat order untuk melakukan fitnah dan penggiringan opini negatif,” tegasnya.(JHL.519)