Anggota Komisi
XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Satori, telah mengajukan permintaan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional 8 untuk mengintensifkan upaya dalam
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat Bali. Hal ini
diungkapkan saat Rapat Kerja Komisi XI dengan OJK regional 8 dan Himpunan Bank
Negara (Himbara) di Denpasar, Bali, Jumat (25/8). Satori memandang bahwa
peningkatan literasi dan inklusi ini memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian yang semakin kuat.
"OJK perlu terus memberikan edukasi dan
literasi bagi masyarakat agar mereka dapat mewaspadai dan mengantisipasi
maraknya kejahatan keuangan berbasis digital yang masih ada hingga saat ini,” ujar Satori
Sejalan dengan
pulihnya sektor pariwisata di Bali, Satori mengamati bahwa pertumbuhan ekonomi
di Pulau Dewata semakin berkembang. Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan
II-2023 mencapai 5,60% (YoY), meningkat dibandingkan dengan Triwulan II-2022
yang sebesar 3,09% (YoY).
“Kondisi ini harus direspons OJK dan Himbara untuk
mendorong UMKM semakin tumbuh dengan aman dan nyaman dan tidak terjerang
pinjol,” tandasnya.
Satori juga
menekankan pentingnya peran Tim Percepatan Akses Keuangan daerah di Provinsi
Bali dalam menyosialisasikan akses ke produk dan layanan jasa keuangan formal
kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kesadaran akan akses keuangan yang
bermanfaat sangat penting dalam mencegah pelaku UMKM dan masyarakat dari
ancaman kejahatan digital seperti pinjaman online (pinjol).
Saat ini,
indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Bali telah melebihi angka
nasional yang dihasilkan dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan
(SNLIK). Literasi keuangan Bali mencapai 57,66 dan Literasi Inklusi sebesar
92,21.
“Hasil SNLIK diharapkan dapat menjadi dasar bagi
OJK dan seluruh stakeholders dalam membuat kebijakan, menyusun strategi, dan
merancang produk/layanan keuangan yang sesuai kebutuhan konsumen serta bisa
meningkatkan perlindungan masyarakat,” tutupnya.