Data News

Pelatihan Pengolahan Sampah Mandiri difasilitasi oleh Subardi

Sleman, 14 Agustus. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi, terus berkomitmen untuk mengatasi masalah sampah dan lingkungan di DIY. Melalui upaya nyata, ia telah memfasilitasi warga Papringan, Depok, Sleman, DIY untuk belajar mengelola sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R Ben Resik yang berfokus pada konsep Reduce, Reuse, dan Recycle.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan mengorganisir kelompok warga per padukuhan, bertujuan agar warga mampu mengelola sampah secara mandiri. Subardi percaya bahwa pendekatan lingkungan dan ekonomi dapat mengatasi persoalan sampah di DIY.

"Konsep ini dirancang berdasarkan padukuhan agar muncul gerakan mandiri dalam mengurai sampah di lingkungan terkecil. Ini merupakan langkah untuk mengatasi masalah sampah di Yogyakarta yang masih belum terselesaikan," ujar Subardi

TPS 3R Ben Resik termasuk salah satu dari 32 TPS 3R terbaik di Kabupaten Sleman, yang terletak di Desa Margorejo, Kecamatan Tempel. Pengelolaan sampah di TPS 3R Ben Resik difokuskan pada pembuatan kompos dan pemilahan sampah yang dapat didaur ulang, seperti plastik, kardus, dan botol, yang kemudian dijual sebagai barang ekonomi.

"Masyarakat akan meningkatkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui produk daur ulang," tambah Subardi.

Utami, seorang warga Papringan Sleman, mengaku sangat mengesankan melihat proses daur ulang sampah secara langsung. Dengan pelatihan ini, dia bersama kelompoknya bertekad untuk membentuk gerakan pengelolaan sampah mandiri, dengan memilah sampah anorganik untuk dibawa ke TPS 3R.

"Kami dapat belajar cara pengolahan dan pemilahan sampah. Sampah di Yogya, khususnya di Papringan, merupakan masalah yang perlu diatasi bersama. Kami berterima kasih kepada Mbah Bardi atas dukungannya membawa kami ke sini," ujar Utami.

Purwanto, pembina TPS 3R Ben Resik, mendukung konsep yang diusung Subardi. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan semua pihak, dengan warga yang memilah sampahnya dan pekerja sampah mendapatkan pasokan bahan baku daur ulang.

"Konsep dari Mbah Bardi sangat bagus karena melibatkan semua pihak. Warga akan belajar mengelola sampah, terutama sampah anorganik seperti botol, yang dapat diolah menjadi bahan baku untuk daur ulang," ujar Purwanto.

 

Back to Top