Data News

Sudut Pandang IGK Manila Dalam Rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80.

Besok, 17 Agustus 2025, kita—seluruh masyarakat Indonesia, tanpa kecuali—kembali menjalankan rutinitas tahunan: merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.  

Beragam perlombaan dilangsungkan di mana-mana, seperti lomba makan krupuk, tarik tambang, panjat pinang, balap karung, joget balon, masukkan paku ke dalam botol, tangkap belut, dll. Tujuannya bukan untuk cari menang namun hanya ingin mengambil bagian dalam “keseruan 17-an”.

Selain itu, hampir sebagian masyarakat Indonesia berlomba-lomba mendandani rumah dan instansi dengan pernak-pernik 17-an yang bernuansa merah dan putih. Komunitas-komunitas pun tak luput, janjian memakai kostum bercorak merah-putih dalam beragam kegiatan sosial. Tujuannya jelas, ingin berpartisipasi dalam “keseruan 17-an”.

Kemarin (15/8) dari Gedung Nusantara, Presiden Prabowo Subianto—di hadapan ratusan wakil rakyat—menambah suasana 17-an tahun ini makin seru dengan beberapa pesan dan kebijakan yang menjanjikan. Satu pernyataan presiden yang menyentuh saya adalah: wong cilik iso gemuyu.Itulah tujuan kemerdekaan yang sesungguhnya”, kata presiden disambut gemuruh tepuk tangan peserta sidang.

Seruan Prabowo ini—ini jadi harapan saya, semoga—memberi nilai tambah pada keseruan 17-an yang sering dilaksanakan oleh wong cilik di seluruh pelosok negeri ini. Kegembiraan hati wong cilik sebagai buah dari keseruan lomba 17-an hendaknya nyata dalam keseharian hidup mereka.

Wong cilik iso gemuyu, bukan sekedar pepatah. Dalam khasanah Jawa, kata-kata ini punya makna profetis, cita-cita masa depan yang harus terjadi. Saya berharap di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, masyarakat Indonesia—yang sebagian besar merupakan orang kecil—terbebas dari jerat kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Orang kecil, pada saatnya, mesti tertawa karena tak lagi kesulitan membeli beras. Tertawa bahagia karena bisa sekolah gratis. Tertawa lepas karena bisa mengalami keadilan dalam membayar pajak. Wong cilik iso gemuyu karena mereka mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses pembangunan di Indonesia.

Oleh sebab itu, saya sepakat dengan Presiden Prabowo, kita mesti bersatu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan luhur bangsa yang dirindukan para leluhur bangsa, yakni: bangsa yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertoraharjo.

 

Salam Merdeka

IGK Manila

Back to Top