Banjarmasin, (13/2). Dinilai oleh Anggota
Komisi VI DPR RI, Subardi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memiliki peluang
besar untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional berbasis
maritim. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau besar dan kecil,
Indonesia sangat bergantung pada transportasi dan konektivitas laut, baik untuk
mobilitas orang maupun distribusi barang.
“Pelindo ini bergerak di sektor jasa
kepelabuhanan. Sebagai negara kepulauan, pertumbuhan ekonomi kita sangat
bertumpu pada transportasi laut. Di situ Pelindo punya peluang yang sangat
besar,” kata Subardi
dalam RDP Komisi VI dengan jajaran direksi Pelindo, di Banjarmasin, Kalimantan
Selatan, Kamis (12/2/2026).
Menurut Subardi, melalui penguatan
sistem, efisiensi, serta dukungan kebijakan nasional yang terpadu, Pelindo
tidak hanya menjadi pemain tunggal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing
di tingkat global dan berkontribusi nyata dalam pemerataan pembangunan ekonomi,
khususnya di wilayah Indonesia timur.
Selain itu, disoroti juga olehnya,
mengenai pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam
membangun kawasan timur. Menurutnya, pengembangan wilayah tidak bisa hanya
dibebankan kepada Pelindo, melainkan membutuhkan kebijakan negara yang
terintegrasi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan
smelter untuk mendorong hilirisasi.
“Saya mengakui masih terdapat
ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Infrastruktur
dan ekosistem industri di kawasan timur dinilai belum berkembang optimal
dibandingkan wilayah barat yang relatif lebih siap,” ucap Legislator Fraksi Partai NasDem
itu.
Menurut Subardi, wilayah timur
sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang tidak kalah besar. Namun,
pengelolaan dan pengembangannya belum terintegrasi dalam satu ekosistem
industri yang kuat.
Ditekankan olehnya, mengenai pentingnya
pembangunan infrastruktur, penguatan hilirisasi, serta dukungan sumber daya
energi agar aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dapat tumbuh secara
berkelanjutan.
“Kalau ekosistem industri di timur
dibangun secara terpadu, infrastrukturnya memadai, hilirisasi berjalan, maka
Pelindo akan menjadi sangat potensial. Karena bisnis jasa yang dikelola dengan
sistem dan infrastruktur yang baik tidak akan mati,” terangnya. (JHL.7)