Surabaya, 11
Desember. Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menggarisbawahi dampak
perang Rusia-Ukraina terhadap proyek kilang minyak Petro Chemical yang
melibatkan kerja sama antara Pertamina dan Rusia. Permasalahan geopolitik ini
memunculkan kekhawatiran terkait iklim investasi di Indonesia. Dengan nilai
investasi mencapai US$23 miliar atau hampir Rp500 triliun, proyek tersebut
memerlukan kebijakan baru untuk mengatasi kendala yang dihadapi.
"Sugeng Suparwoto menegaskan bahwa proyek ini
layak dibangun sebagai proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan untuk
ketahanan migas,"
ujar Sugeng.
Hal ini
disampaikan oleh Sugeng ketika memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI
ke Surabaya. Legislator Partai NasDem itu menyoroti pentingnya mendiskusikan
proyek ini secara mendalam dengan pihak-pihak yang berkepentingan, mengingat
besarnya nilai investasi dan dampak politik internasional.
Selain itu
Pertamina juga setuju untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah setempat,
khususnya di Tuban, di mana proyek-proyek strategis berkontrast dengan kondisi
daerah yang masih dihadapkan pada tingkat kemiskinan.
Sugeng
menekankan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah agar
investasi di sektor industri dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan
masyarakat setempat.
"Jika Rusia tidak mampu meneruskan proyek ini,
maka harus dicari alternatifnya seperti apa,” ungkap Sugeng.
Kutipan Sugeng
Suparwoto mencerminkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan proyek sambil
mengakui perlunya adaptasi terhadap perubahan kondisi geopolitik yang dapat
mempengaruhi proyek tersebut.