Solok, (20/10). Perhatian khusus
diberikan oleh M Shadiq Pasadigoe, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, pada
Kunjungan Wisata Budaya dan Edukasi di Rumah Pintar Panyakalan, Kabupaten
Solok, Sumatra Barat yang mengusung tema ‘Dari Rantau untuk Nagari’, Minggu
(19/10/2025).
Anggota Komisi XIII DPR itu menyampaikan
apresiasinya terhadap kreativitas masyarakat Nagari Panyakalan, yang mampu
melestarikan warisan budaya melalui Batik Panyakalan, produk lokal hasil karya
tangan-tangan terampil masyarakat setempat.
“Batik Panyakalan luar biasa. Dikerjakan
dengan penuh ketelatenan oleh masyarakat kita. Ini adalah bukti nyata bahwa
kearifan lokal masih hidup dan menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Shadiq saat mengikuti rangkaian
acara Indojalito Peduli (IJP).
Ditegaskan oleh Shadiq, bahwa pengembangan
sektor ekonomi kreatif dan UMKM berbasis budaya, perlu mendapatkan dukungan
nyata dari pemerintah, sejalan dengan semangat Nawa Cita Presiden Prabowo
Subianto, yang menekankan pembangunan dari desa.
Shadiq memanfaatkan kesempatan tersebut,
sebagai wakil rakyat dari Sumatra Barat, untuk melaksanakan agenda reses,
dengan menyerap aspirasi masyarakat seputar pengembangan ekonomi kerakyatan,
pendidikan berbasis budaya, dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
“Pemberdayaan masyarakat nagari,
terutama melalui UMKM dan pelestarian budaya, merupakan wujud nyata
implementasi Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah serta filosofi
pembangunan yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama,” tambah Shadiq.
Kegiatan tersebut juga jadi ajang
mempererat hubungan antara perantau dan masyarakat nagari, memperkuat identitas
budaya Minangkabau, serta mendorong kolaborasi lintas daerah untuk kemajuan
Sumatra Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Shadiq juga menyampaikan
ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Indojalito Peduli, para tokoh Gebu
Minang, serta pemerintah daerah Kabupaten Solok atas terselenggaranya kegiatan
yang sarat makna tersebut.
“Saya berterima kasih kepada IJP dan
seluruh panitia. Kegiatan seperti ini bukan hanya simbol kepedulian, tetapi
juga langkah nyata untuk memajukan nagari dan memperkuat rasa cinta terhadap
budaya Minangkabau,”
pungkasnya. (JHL.819)