Jakarta, 11
Juli. Pulau Nias yang merupakan salah satu pulau perbatasan di Indonesia harus
ditingkatkan lagi keamanannya. Hal ini disoroti oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR
RI, Martin Manurung saat menghadiri rapat konsultasi pimpinan DPR dengan Badan
Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Menurut Martin ancaman keamanan di Pulau
Nias bukan hanya ada di perbatasan darat saja melainkan juga karena Nias
merupakan perbatasan pulau terluar.
“Misalnya di Dapil saya itu ada Kepulauan Nias. Ada
pulau terluar, Pulau Simuk dan Pulau Wunga yang menurut Keppres No. 6 Tahun
2017 termasuk dalam pulau kecil terluar,” ujar Martin.
Menurut Martin
ancaman di perbatasan darat dan laut dinilai sama. Ia menegaskan bahwa selama
ini kementerian/lembaga masih melihat wilayah perbatasan sebagai tanggung jawab
dan beban kerja. Padahal lanjutnya wilayah perbatasan bisa menjadi sentra
ekonomi dan juga dapat menunjukan kedaulatan suatu negara.
Legislator
NasDem Dapil Sumatera Utara II itu menegaskan bahwa dengan mengembangkan
ekonomi di wilayah perbatasan maka itu akan sejalan dengan rencana kementerian
perdagangan yang ingin membangun pasar rakyat di berbagai daerah.
“Selain Menteri Perdagangan yang ada di sini, juga
seharusnya ada Kementerian Koperasi dan UKM. Jadi bagaimana mereka melakukan
pendampingan UKM setempat, sehingga menimbulkan usahawan-usahawan baru, yang
nantinya akan mengisi pasar-pasar yang akan dibangun Kementerian Perdagangan,” pungkas Martin.