Jakarta, (23/7). Dorong pengembangan wisata
berkonsep regeneratif dalam upaya meningkatkan kinerja pariwisata nasional yang
lebih baik dan berkelanjutan.
"Pengelolaan
kawasan pariwisata yang berkelanjutan harus menjadi kepedulian bersama agar
potensi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dinikmati oleh generasi
mendatang," kata Wakil
Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7).
Pada satu kesempatan diungkapkan Menteri Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif dalam upaya menuju peringkat 20 besar dunia, pariwisata
Indonesia harus menjalankan konsep wisata regeneratif yang memiliki fokus pada
pemulihan dan regenerasi lingkungan serta masyarakat lokal. Tujuan utamanya
menjadikan destinasi wisata yang lebih baik daripada kondisi awalnya.
Dalam konsep pariwisata yang regeneratif,
kegiatan-kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi wisatawan, seperti menanam
mangrove, restorasi terumbu karang, hingga pengurangan sampah plastik, dapat
dilakukan. Apalagi, ungkap Lestari, berdasarkan Sustainable Travel
International, rata-rata 35 juta ton sampah per tahun dihasilkan oleh sektor
pariwisata dan hospitality, karena sampah yang dihasilkan oleh para wisatawan
biasanya sampai dua kali lipat jika dibandingkan dengan penduduk lokal.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pengembangan
konsep wisata regeneratif harus segera diterapkan untuk mencegah munculnya
timbunan sampah di kawasan wisata di tanah air. Diakui Rerie, Indonesia
memiliki banyak potensi kawasan wisata yang digemari wisatawan dari berbagai
penjuru dunia.
Namun, ditegas Rerie, yang juga anggota Komisi X
DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, upaya menjaga kawasan wisata tetap memiliki
daya tarik dan terawat dengan baik juga harus dilakukan. Menurut Rerie, menjaga kawasan wisata tetap
bersih dan indah dengan melibatkan masyarakat sekitar dan wisatawan merupakan
langkah strategis dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
Sangat diharapkan Anggota Majelis Tinggi Partai
NasDem itu, Agar para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu
menggalang kolaborasi yang kuat dalam merealisasikan pengembangan sektor
pariwisata nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian,
dampak positif pengembangan wisata dapat dinikmati secara merata di tanah air.
(JHL.275)