Data News

Siap Ajukan Hak Angket Kecurangan Pemilu dinyatakan Politisi NasDem Taufik Basari

Jakarta, (27/2). Kesiapan untuk mengajukan hak angket atas dugaan kecurangan Pemilu 2024 telah diakui oleh ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari atau Tobas. Tobas menjadi satu dari 30 anggota DPR RI yang didorong oleh koalisi masyarakat sipil untuk pengajuan hak angket.

"Saya pribadi sebagai anggota DPR RI menyatakan siap dan bersedia untuk menggunakan hak konstitusioal mengajukan hak angket," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (27/2).

Menurut Tobas, sikap itu sesuai dengan dukungan dari partainya terhadap penggunaan hak angket. Namun, ia menyadari bahwa penggunaan hak angket tidak dapat dilakukan oleh seorang diri, melainkan harus dilakukan bersama-sama dengan anggota fraksi lain.

Baginya, penggelaran hak angket dianggap layak sebagai wujud dari berjalannya sistem pengawasan yang merupakan tugas di DPR RI. Ia berpendapat bahwa hak angket dianggap sebagai hal yang normal dalam proses ketatanegaraan, sehingga tidak perlu ditanggapi dengan kekhawatiran yang berlebihan oleh fraksi lain.

"Hak angket bisa menjadi jalan bagi upaya menjaga etika kekuasaan dan nilai-nilai demokrasi demi tegaknya negara hukum berdasarkan konstitusi, di mana presiden mendapatkan amanah untuk menjalankan pemerintahan dengan nilai-nilai luhur, moralitas, dan keadilan," jelas Tobas.

Saat ini, Tobas mengatakan bahwa ia masih menunggu langkah lanjutan dari inisator wacana hak angket, yakni fraksi PDI Perjuangan, sambil melakukan komunikasi politik.

Terpisah, penghargaan terhadap semangat kelompok masyarakat sipil yang turut mendorong namanya diungkapkan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera.

"Pemilu mesti bersih dari kecurangan. Perkara siapa dari PKS (yang menggulirkan hak angket), itu keputusan pimpinan. Sebagai prajurit, siap jika ditugaskan," Tandas Mardani. Selain Tobas dan Mardani, 28 nama anggota DPR RI lain yang didorong untuk mengajukan hak angket adalah Ahmad Sahroni, Awang Faruoq Islah, Irma Suryani, Martin Manurung, dan Saan Mustofa dari Partai NasDem. Dan ada juga beberapa  Anggota Dewan dari beberapa partai seperti PKB, PKS dan PDI. (JHL.51)

Back to Top