Jakarta, (24/11). Harus konsistensi dilakukan,
langkah pencegahan dan penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan
anak, demi mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani
keseharian.
"Konsistensi upaya pencegahan dan
penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditingkatkan
seiring dengan indikasi peningkatan kasus kekerasan yang terjadi di tengah
masyarakat," kata
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin
(24/11/2025).
Berdasarkan data Simfoni PPA, tercatat
14.039 kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Juli 2025.
Sementara itu survei nasional menunjukkan 1 dari 5 perempuan dan 1 dari 2 anak
pernah mengalami kekerasan.
Tercatat dalam data Dinas Pemberdayaan,
Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi Jakarta, kasus
kekerasan terhadap perempuan dan anak periode Januari-November 2025 mencapai
1.917 kasus. Angka kasus yang tercatat
hingga November 2025 itu, sudah hampir menyamai jumlah kasus sepanjang 2024.
Menurut Lestari, sejumlah catatan
tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak dengan segera mengevaluasi
langkah-langkah yang sudah diambil.
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat,
efektivitas kebijakan, pemahaman masyarakat, orang tua, keluarga, dan para
pemangku kepentingan terkait sejumlah peraturan yang ada, harus menjadi aspek
yang dicermati realisasinya.
Diharapkan oleh Rerie yang juga anggota
Komisi X DPR RI itu, kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun terhadap
sejumlah aturan perlindungan yang ada harus terus ditingkatkan melalui
pelaksanaan kebijakan yang tepat.
Rerie mendorong agar, data dari berbagai
pihak terkait kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, dapat
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sebagai dasar pengambilan keputusan yang
tepat dalam membangun sistem perlindungan menyeluruh bagi setiap warga negara.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu
berpendapat, ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat sangat penting dalam
melaksanakan Asta Cita Ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang
berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, kesetaraan gender,
serta peran perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
Diharapkan juga oleh Rerie, demi
melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan, semua
pihak terkait mampu membangun kolaborasi yang kuat dalam membangun sistem
perlindungan yang menyeluruh bagi perempuan dan anak di tanah air.(JHL.885)