Jakarta, 21
November. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, dengan tegas menegaskan
bahwa Koalisi Perubahan, yang mendukung pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin
Iskandar (AMIN), tidak pernah membuka komunikasi dengan kubu pasangan calon
Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Ali menampik rumor tersebut sebagai khayalan semata.
"Saya pikir Pak Anies dan Pak Muhaimin sudah
mengatakan bahwa sampai hari ini kami tidak pernah berkomunikasi dengan kubu
Ganjar Pranowo. Itu penegasan," kata Ahmad Ali.
Beredar kabar
bahwa komunikasi antara kubu Anies-Muhaimin dan kubu Ganjar-Mahfud terjalin
melalui aktivis 80-an, Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud Ammarsjah Purba, dan
Co-captain Timnas AMIN Jumhur Hidayat. Namun, Ali menekankan bahwa Jumhur tidak
memiliki kapasitas untuk menentukan kebijakan Koalisi Perubahan.
"Mereka tidak punya kapasitas itu untuk
mengatakan itu, patron berkoalisi ini, mereka yang masuk entah itu TPN atau
Timnas, berkomunikasi dengan capres. Tidak bisa anggota koalisi bicara
seenaknya bicara atas tafsir dia sendiri, enggak boleh," tegas Ali.
Ali menyatakan
bahwa Koalisi Perubahan tidak akan menjalin kerja sama dengan pihak lain yang
bertujuan menjatuhkan peserta pilpres lain dengan cara tidak beradab. Dia juga
menegaskan bahwa koalisi tersebut tidak akan terlibat dalam komunikasi kotor
atau bertindak atas dasar kebencian dan permusuhan.
"Kalau takut kalah kenapa harus takut
berkompetisi, jadi ayo deh kita duduk bareng untuk kemudian kita bicara
pentingnya pemilu, kita berhenti menyemburkan dari mulut kita tentang
kebencian, kemarahan," ungkap Ali.