Jakarta (22/5). Wakil
Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyayangkan tindakan Satpol PP DKI
Jakarta saat pengusiran warga Kampung Bayam pada Selasa (21/5) siang.
Dinyatakan Sahroni akan
keprihatinannya atas kejadian tersebut. Beberapa warga mendapat tindakan
represif dari aparat. Bahkan ada warga yang sempat diamankan tapi sudah
dibebaskan.
"Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru sudah
gelap mata menyikapi warga Kampung Bayam, tidak ada lagi rasa
kemanusiaannya," kata Sahroni
dalam keterangannya, Rabu (22/5).
Legislator Partai NasDem
itu juga menyoroti PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bertugas mengelola
kawasan Jakarta International Stadium (JIS), termasuk Kampung Susun Bayam.
"Sangat disayangkan PT Jakpro melakukan hal
demikian kepada warga,"
tandas Sahroni.
Ia berjanji dalam waktu
dekat akan kembali menemui warga Kampung Bayam. Diharapkan Sahroni agar masalah
yang menimpa warga bisa segera rampung. "Nanti
waktunya pas saya akan temui warga Kampung Bayam," tukas Sahroni.
Kampung susun yang
diresmikan pada Oktober 2022 tersebut menampung total 123 KK. Kampung Susun
Bayam dibangun untuk menampung warga setempat yang tergusur pada 2017 saat awal
pembangunan JIS, namun hingga saat ini masih ada warga yang tidak jelas hak
tinggalnya. Sebagian dari mereka memilih tinggal paksa meski tanpa listrik dan
air bersih. (JHL.186)