Sukabumi, (09/10). Berdasarkan data
terkini, jumlah warga Kota Sukabumi yang berada pada desil satu dan dua
meningkat hingga mencapai 31.000 jiwa. Peningkatan indeks pendidikan tidak
dapat dipisahkan dari upaya menekan angka kemiskinan.
Desil merupakan kelompok persepuluhan
yang menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah tangga di Indonesia.
“Indeks pendidikan Kota Sukabumi saat
ini berada di angka 9 (sembilan). Pemerintah akan bekerja keras untuk
meningkatkan capaian tersebut agar masyarakat dapat menikmati pendidikan
minimal 12 tahun, bahkan lebih,” ungkap Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang juga Ketua DPD Partai
NasDem Kabupaten Sukabumi, saat membuka kegiatan Pelatihan Klasikal
Pengembangan Kompetensi Teknis bagi Jabatan Fungsional Guru di Aula Gedung
Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Sukabumi, Jawa Barat,
Selasa (7/10/2025).
Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi
menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)
dan indeks pendidikan di Kota Sukabumi.
Ayep menyampaikan, Pemkot Sukabumi terus
mendorong program pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan sebagai
fondasi peningkatan kualitas pendidikan.
“Ada dua strategi utama dalam
mempercepat peningkatan kecerdasan masyarakat. Pertama, menekan kemiskinan
melalui optimalisasi anggaran APBD dan sumber dana non-APBD,” urai Ayep.
Ditambahkan olehnya, yang kedua memperluas
akses pembiayaan sosial berbasis masyarakat, seperti program qardhul hasan,
yang hingga Oktober 2025 telah menghimpun dana sebesar Rp103 juta, dari infak
dan sedekah.
Qardhul hasan adalah jenis qardh yang
diberikan tanpa bunga atau tambahan keuntungan. Pemberi pinjaman memberikan
pinjaman ini dengan niat kebaikan dan tanpa mengharapkan imbalan tambahan dari
peminjam.
Tengah dipersiapkan juga oleh Pemkot
Sukabumi, berbagai insentif ekonomi dan program pengembangan masyarakat, yang
akan diluncurkan pada 20 Februari 2026, bertepatan dengan satu tahun masa
kepemimpinannya.
“Peningkatan SDM memerlukan ekosistem
pembiayaan yang kuat. Februari 2026 nanti, kami juga akan memaparkan progres
BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan kinerja
seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sebagai bentuk transparansi
pembangunan,” terang
Ayep.
Ditegaskan olehnya, bahwa semangat
restorasi juga menjadi spirit dalam setiap kebijakan yang dijalankan di Kota
Sukabumi, yakni membangun perubahan nyata melalui inovasi, transparansi, dan
keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Bukan hanya fokus pada pendidikan
masyarakat, ditekankan juga oleh Ayep, mengenai peningkatan kompetensi Aparatur
Sipil Negara (ASN) di era digital.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BKPSDM), diinstruksikan olehnya untuk menyeleksi dua ASN
terbaik, guna mendapatkan pelatihan khusus dalam penguasaan teknologi
artificial intelligence (AI).
“Seleksi dilakukan secara profesional,
tanpa titipan. ASN harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar pelayanan
publik semakin efisien,”
tegasnya.(JHL.801)