Jakarta, (30/9). Setiap warga negara perkuat
persatuan dan kepatuhan untuk menjalankan amanah konstitusi dalam upaya
mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
"Selalu menjaga persatuan dan kesatuan
merupakan upaya yang harus dikedepankan untuk mewujudkan keutuhan bangsa ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam
keterangan tertulisnya, Senin (30/9), terkait pelajaran yang bisa diambil dari
peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang dipicu konflik ideologi dan perebutan
kekuasaan di Tanah Air.
Hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI)
2018 menunjukkan, hanya sekitar 6,2% siswa yang berhasil menjawab pertanyaan
dengan benar tentang materi wawasan kebangsaan.
Sementara itu diketahui, hasil survei Litbang
Kompas dan Pusat Studi Kebangsaan Indonesia (PSKI) pada 2022, hanya 28,6% siswa
memahami Pancasila di ruang kelas dan 21,7% siswa memahaminya dari media
sosial.
Menurut Lestari, harus konsisten dilakukan berbagai
upaya penguatan ideologi dan nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi para
pendahulu bangsa ini.
Ditambahkan oleh Rerie, sapaan akrab Lestari, Generasi
penerus bangsa, jangan sampai kehilangan pemahaman terhadap ideologi,
konstitusi, dan nilai-nilai kebangsaan yang merupakan bekal dalam melanjutkan
pembangunan dan mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Apalagi, ditegaskan oleh Rerie, yang juga
legislator dari Dapil II Jawa Tengah, tantangan bernegara di masa depan semakin
kompleks dengan terjadinya disrupsi di berbagai bidang kehidupan.
Menurut Rerie, kehadiran sumber daya manusia (SDM)
yang tangguh dan berkarakter dengan dasar pemahaman ideologi dan nilai-nilai
kebangsaan yang kuat, sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.
Diharapkan oleh Anggota Majelis Tinggi Partai
NasDem itu, seluruh elemen bangsa mampu melahirkan generasi penerus yang
berdaya saing dan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan, untuk mewujudkan
persatuan dan keadilan sosial dalam proses pembangunan bangsa menuju masyarakat
adil dan makmur berdasarkan Pancasila. (JHL373)