Jakarta, 19 Juni. Rachmat Gobel menerima
wawancara khusus kepala biro surat kabar Jepang The Yomiuri Shimbun, Daisuke
Kawakami di Jakarta pekan lalu. Gobel yang merupakan Wakil Ketua DPR Ri
Koordinator Bidang Industri dan pembangunan (Korinbang) itu bercerita mengenai
pengalamannya selama berkuliah di Jepang. Ia berpendapat bahwa belajar di
negeri Sakura itu bukan hanya untuk sekedar mendapat ilmu, melainkan
pengalaman, Bahasa, adat istiadat, dan budaya Jepang.
“Dengan mengenal bahasa dan budaya Jepang saya
merasakan dapat berkomunikasi dan mengenal secara dekat budaya Jepang serta
tradisinya,” ujar Gobel.
Dalam kesempatan itu Rachmat Gobel menceritakan
bagaimana ia bisa memutuskan untuk belajar di Jepang. Ia bercerita tentang dorongan
dari ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, pendiri National Gobel yang bersahabat
dengan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic Jepang. Dari sana kemudian
Rachmat memutuskan untuk kuliah di Jepang.
Ayah Gobel banyak mengadopsi budaya dan tradisi
Jepang khususnya disiplin, kerja keras, dan semangat kerja Monozukuri dan
Hitozukuri. Menurutnya hal ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme
khususnya berkaitan dengan nilai-nilai gotong royong. Ia menambahkan ini yang
kemudian ia praktikan dalam perusahaan Panasonic yang ia pimpin, karir politik,
dan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mendapatkan banyak pengalaman selama
belajar di Jepang, karena banyak mempelajari filosofi serta pola pemikiran
masyarakat Jepang dalam semangat membangun kehidupan,” kata legislator Partai
NasDem itu.
dalam akhir wawancara Yomiuri Shimbun kemudian
menanyakan mengenai kesannya terkait kunjungan kaisar Jepang Hironomiya
Naruhito bersama permaisuri Masako. Bagi Rachmat kunjungan Kaisar dan
Permaisuri Jepang ini mempunyai arti tersendiri. Ia berpendapat bahwa ini
menandakan bahwa betapa pentingnya Indonesia di mata Jepang, tutur Rachmat
Gobel.