Data News

Rebut Kemenangan di Pemilu 2024, NasDem Aceh Mulai Dikpol Kadernya

Sebanyak 60 orang kader partai Nasional Demokrat mengikuti pendidikan politik atau Dikpol. 60 orang kader tersebut merupakan para kader daerah pemilihan (Dapil) 10 Aceh yang meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue.

Dikpol yang berlangsung di Meuligoe Hotel Meulaboh, Aceh Barat pada Selasa, 9 Agustus tersebut dilakukan oleh partai besutan Surya Paloh ini guna memperkuat partai tersebut dalam memenangkan Pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Ketua DPP Bidang Kaderisasi dan Pendidik Politik Partai NasDem, Ahmad Bhaidowi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan, tujuan Dikpol terhadap para kader itu dilakukan bertujuan memantapkan arah pikir para kader partai itu tentang dunia politik dan ideologi partai.

Selain itu kegiatan yang dilakukan partai dengan logo yang bermakna putaran dinamis ini, kata dia, ikut menyolidkan para kader dan pengurus di daerah masing-masing guna merebut kemenangan di Pemilu mendatang baik Pemilihan Legeslatif, Maupun Pilpres dan Kepala Daerah dukungan NasDem kedepannya.

“Dikpol ini tentunya dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus partai terutama di empat lokasi ini [Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue], ini bagian dari tanggung jawab partai. Kegiatan yang dilakukan di Aceh Barat ini termasuk rapat kerja khusus bidang kaderisasi,” kata Ketua DPP Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik, Ahmad Bhaidowi usai pembukaan, pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Dikatakannya, pelaksanaan Dikpol yang dilaksanakan oleh NasDem dua tahun menjelang Pemilu tersebut memang lazim dilakukan oleh Partai politik, dan tidak dalam bentuk mencuri start jelang Pemilu guna merebut kemenangan.

Lewat Dikpol tersebut, kata dia, pihaknya juga mulai menyusun strategi dalam merebut kemenangan. 

“Tidak ada misi khusus dilaksanakan di Aceh Barat, dan kita akan lakukan roadshow, yang sama bersama DPW untuk DPD lain di Sabang, dan daerah lain di Aceh. Kami dari DPP melihat yang strategis saja,” ucapnya.

Dijelaskannya, materi dalam Dikpol sudah disusun dengan baik dalam modul belajar mereka, tentu sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai, serta mengacu pada Undang-undang politik yang berlaku di Indonesia.

Dikpol dikemas dengan pemberian materi, simulasi dan diskusi kelompok. Tentu berkaitan pula dengan strategi pemenangan yang bakal menjadi konsumsi para kader selama pendidikan di sana.

“Dikpol juga dilakukan seiring dengan konteks dari kekuatan internal, ini untuk mengukur kemampuan itu. Ini bagian dari apa yang kita sebut sebagai assessment. Kalau bicara soal perolehan kursi di daerah itu menjadi tanggung jawab DPW,” pungkasnya.

 

Back to Top