Jakarta, 10
Januari. Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Wakil Ketua DPW Partai NasDem
Jawa Barat, Idris Sandiya, menyoroti peran penting masyarakat sebagai pelaku
utama dalam proses demokrasi. Idris menekankan bahwa masyarakat perlu diberikan
pendidikan politik yang benar untuk tidak hanya menjadi objek politik semata.
"Masyarakat harus diberikan pendidikan politik
yang benar, agar tidak lagi menjadi objek politik semata," ungkap Idris.
Menurut Idris,
pendidikan politik bukan hanya tentang pemahaman sistem politik, tetapi juga
tentang merangkul masyarakat untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka. Hal
ini diyakininya dapat mendorong terlaksananya keinginan masyarakat melalui
partisipasi aktif, bahkan hingga tingkat legislatif.
“Saya yakin
sebenarnya masyarakat kita perlu wakil yang mau mendengar dan duduk bersama
mereka. Masyarakat kita perlu didengar dan dimengerti," ujar Idris.
Idris tidak
hanya mengutarakan gagasannya dalam pidato formal. Saat berkunjung ke Pasar
Kranggan, Bekasi, caleg DPR Dapil Jabar VI ini secara langsung mendengarkan
aspirasi warga. Bahkan, ia menerima hadiah berupa setandan pisang dari seorang
warga bernama Rina, seorang penjual nasi di pasar tersebut.
"Bagi saya, hadiah ini adalah penyemangat bagi
saya untuk terus turun dan berjuang bersama masyarakat,” kata Idris.
Melalui
pendekatan ini, Idris menciptakan hubungan yang lebih erat antara pemimpin dan
masyarakat, memperkuat esensi demokrasi yang seharusnya melibatkan semua pihak.
Masyarakat diingatkan untuk tidak hanya menjadi objek dalam agenda politik lima
tahunan, melainkan juga sebagai subjek yang berperan aktif dalam membentuk masa
depan politik negara.