Data News

Kader NasDem Harus Kembalikan Kepercayaan Publik terhadap Parlemen

Jakarta, (12/10) Ditegaskan oleh Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem, mengenai pentingnya Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan sebagai ruang pendidikan politik, sekaligus wadah konsolidasi nasional bagi seluruh kader NasDem di Indonesia.

Hal tersebut disampaikann oleh Willy, seusai membuka kegiatan Laga Perubahan di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta Selatan, Jumat (10/10). Dia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya konkret membangun kesadaran kolektif tentang semangat kebangsaan dan nasionalisme.

“Ini kan kelanjutan dari NTT, Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalteng. Ini kelas besar, animonya juga terus bertambah, dan itu tentu menjadi kegembiraan tersendiri dimana agenda rutin untuk melakukan pendidikan politik apalagi ini konsepnya Laga Perubahan.”

Ditegaskan olehnya, bahwa Laga Perubahan menjadi wadah bagi kader Partai NasDem, untuk memahami persoalan di setiap daerah secara utuh bukan secara parsial. Melalui konsolidasi lintas wilayah, NasDem ingin menghadirkan spirit republikan, yaitu semangat untuk berpikir dan bertindak sebagai satu bangsa, bukan sekadar mewakili kepentingan daerah atau identitas tertentu.

“Kalau partai politik tidak memberikan inkubasi, kalau partai tidak memiliki kawah Candradimuka, bagaimana membangun Indonesia itu sebuah keniscayaan,” kata dia.

Lebih lanjut, kader NasDem diajak oleh Willy, untuk meneguhkan kembali kepercayaan publik terhadap lembaga parlemen. Menurutnya, ketidakpercayaan publik terhadap wakil rakyat sering muncul, karena adanya jarak antara representasi dan partisipasi masyarakat.

“Jadi bukan nanti. Hari ini harus dijawab secara konsisten dan konkrit. Jadi tidak berjarak. Kita ingin laboratorium gerakan perubahan ini mendiskusikan apa program, lalu kita jawab langsung,” kata dia.

Pentingnya membangun kemandirian daerah tanpa hanya bergantung pada APBN dan APBD, juga disinggung oleh Willy. Ia mencontohkan bagaimana pada masa lalu, inisiatif lokal melalui program seperti Inpres menjadi motor pembangunan berbasis gotong royong.

Willy juga mendorong agar setiap kader di daerah menghadirkan praktik-praktik baik yang bisa saling menginspirasi, mulai dari gerakan penghijauan, penyediaan air bersih, hingga inovasi kebijakan publik yang pro-rakyat.

“Kenapa tidak? Kita pernah berbicara tentang simulasi gempa, NasDem justru jadi pelopor, bukan hanya restorasi. Selama ini kita tidak ada simulasi gempa tuh di sekolah. Nah praktik-praktik seperti itu yang kita butuhkan di dalam Laga Perubahan ini,” tutup Willy.(JHL.607)

Back to Top