Data News

Memanfaatkan Bonus Demografi Untuk Kesejahteraan Bangsa

Jakarta, 15 Agustus. Bonus demografi yang dihadapi Indonesia pada tahun 2030 hingga 2040 menjadi potensi besar untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini dengan baik guna meratakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dalam pernyataannya menjelang HUT ke-78 Kemerdekaan RI.

"Bonus demografi yang kita miliki harus mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka merealisasikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Rerie (sapaan akrab Lestari Moerdijat).

Bonus demografi terjadi ketika proporsi penduduk usia produktif melebihi penduduk usia nonproduktif, membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, tantangan yang dihadapi tidak dapat diabaikan. Lestari menyebutkan bahwa sistem pendidikan nasional dan layanan kesehatan masih belum maksimal, menghambat perkembangan generasi muda yang berkualitas.

Rendahnya kualitas tenaga kerja dan ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dengan dunia kerja menjadi isu utama. Menurut Lestari, peningkatan kualitas pendidikan dan penyediaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja sangat penting. Hal ini dapat mengoptimalkan bonus demografi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Survei IMD World Digital Competitiveness Ranking 2021 menunjukkan posisi Indonesia di peringkat 37 dari 64 negara dalam hal daya saing digital. Ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan keahlian digital dalam memanfaatkan bonus demografi yang semakin teknologi-reliant.

Rerie, anggota Komisi X DPR RI, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengimplementasikan sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam dunia kerja. Pemerataan layanan kesehatan juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kesejahteraan penduduk usia produktif, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Pemanfaatan bonus demografi memerlukan perencanaan yang matang dan terukur di berbagai sektor. Tidak hanya pendidikan dan kesehatan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan perlu diperkuat untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi. Jika tidak dijalankan dengan baik, potensi ini dapat berubah menjadi beban dalam pembangunan masa depan. Oleh karena itu, langkah tegas dan berkesinambungan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah kunci untuk meraih manfaat maksimal dari bonus demografi Indonesia.

Back to Top