Jawa Barat, (13/9). Ilham Akbar Habibie, Calon
wakil gubernur Jawa Barat melakukan safari politik bersama pengusaha muda,
tokoh ulama, masyarakat, pemuda dan kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai
NasDem Kota Tasikmalaya.
Perkunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Manojaya,
merupakan salah satu agenda safari politik Ilham, dalam kesempatan itu, ia
sekaligus mengunjungi tokoh agama untuk memperkenalkan visi dan misinya. Ia
menyebut salah satu fokusnya di Jabar adalah membuka lapangan pekerjaan,
mendukung UMKM termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
"Kami tadi berbincang dengan tokoh ulama,
masyarakat dan kader DPD Partai NasDem, untuk memperkenalkan diri termasuknya
menyampaikan visi-misi Jabar dan yang fokus lapangan pekerjaan, mendukung UMKM.
Saya senang banyak masukan, informasi, aspirasi dari tokoh ulama muda,
masyarakat dan itu dilakukan selama 2,5 jam dan kunjungan ini berlanjut ke
Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, bersilaturahmi dengan pimpinan
Miftahul Huda, KH Asep Maousul Affandi," kata Ilham, Kamis (12/9).
Disampaikan olehnya, perbincangan dengan waktu
selama itu, dilakukannya dengan banyak bertukar pikiran mulai dari pesantren,
pengembangan ekonomi pesantren, mendorong dibukanya lapangan kerja. Karena, di
Tasikmalaya ada 2.000 lebih pondok pesantren namun kedepannya perlu ada yang
lebih, terutama ilmu teknologi, ilmu pengetahuan dan teknik (iptek).
"Ke depannya teknologi maupun iptek sudah ada
dalam perencanaan dan di antaranya santri bisa mendapatkan pendidikan yang
diperlukan dalam mengembangkan dirinya, lingkungan, serta ekonomi dalam
menanggulangi tantangan di masa yang akan mendatang," ujarnya.
Menurutnya, mengenai perusahaan tekstil, sedang berada
dalam ancaman serius. Pemerintah Indonesia dinilai sangat permisif terhadap
produk impor dengan harga yang tidak bisa diterima. Namun, memang kewenangan
serta keberanian untuk meredam impor terlebih impor ilegal ada di tangan pemerintah
pusat.
Diharapkan olehnya agar sektor ekonomi dan industri
tekstil dalam negeri tidak menjadi korban dari prilaku importir dan perusahaan
asing.
"Kami akan mendorong industri yang berperan
membuka lapangan pekerjaan dan yang paling utama di Jabar harus menciptakan
sebanyak mungkin dan kami memiliki program fokus khusus terhadap lapangan
pekerjaan paling urgen di Jabar. Kami secara pribadi akan berupa mencari solusi
membantu industri tektil mengingat adanya puluhan ribuan orang terancam
lapangan pekerjaan dan ini bukan main-main," paparnya. (JHL.359)