Jakarta, (10/6) Amelia Anggraini, yang
merupakan Anggota Komisi I DPR RI, menyambut baik undangan kepada Presiden
Prabowo, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, di Kanada.
Undangan tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap peran strategis
Indonesia dalam dinamika global.
Hal tersebut sekaligus mengukuhkan
prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang terus dipegang teguh oleh bangsa
Indonesia. Diharapkan oleh Amelia, KTT G7 menjadi momen bagi Presiden Prabowo
untuk memperkuat diplomasi Indonesia, di kancah internasional.
"Kehadiran Presiden RI dalam forum
G7 menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi Indonesia dalam
menghadapi isu-isu strategis dunia, termasuk perubahan iklim, transformasi
digital, ketahanan pangan, keamanan internasional, dan kerja sama ekonomi yang
inklusif serta berkeadilan, isu yang sangat relevan bagi kepentingan
negara-negara berkembang," kata Amelia, Senin (9/6/2025).
Partisipasi Indonesia dalam forum G7,
dinilai oleh Amelia, tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga substansial,
terutama di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks. Mulai dari
meningkatnya konflik bersenjata, ancaman keamanan siber, hingga ketegangan di
kawasan Indo-Pasifik.
"Indonesia, sebagai negara nonblok
dengan komitmen kuat terhadap perdamaian, dialog, dan tatanan dunia berbasis
hukum internasional, memiliki posisi unik sebagai bridge-builder yang mampu
menjembatani kepentingan berbagai blok kekuatan global," kata Amelia.
Diharapkan olehnya, kehadiran Presiden
Prabowo di forum G7, akan menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan moral
dan strategis dalam mendorong penyelesaian konflik, melalui jalur diplomasi dan
hukum internasional.
"Termasuk mendorong implementasi
piagam PBB dan prinsip-prinsip nonintervensi dalam penyelesaian berbagai
konflik global, seperti yang terjadi di Ukraina, Gaza, dan Myanmar yang
membutuhkan solusi berkeadilan dan mengedepankan kemanusiaan, bukan kekuatan
koersif,"
imbuhnya.
Diharapkan oleh Amelia, yang juga
Kapoksi NasDem di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, Presiden
Prabowo dapat memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi ancaman siber dan
keamanan digital, dengan menekankan pentingnya tata kelola ruang siber yang
adil dan inklusif, serta perlindungan atas infrastruktur kritis nasional.
"Indonesia dapat mendorong kerja
sama pertukaran intelijen siber dan pengembangan cyber resilience di tingkat
regional maupun global, termasuk dalam kerangka ASEAN Cybersecurity Cooperation
Strategy,"
tandasnya.
Amelia melanjutkan, sebagai seorang
purnawirawan TNI, Presiden Prabowo dapat memberikan masukan substansial terkait
tata kelola pertahanan global, serta upaya membangun arsitektur perdamaian yang
berkelanjutan.
"Kami juga menaruh harapan besar
agar Indonesia dapat mewakili aspirasi dan kepentingan negara-negara
berkembang, khususnya dalam menyuarakan pentingnya keberlanjutan pembangunan,
ketahanan kesehatan pascapandemi, dan stabilitas ekonomi global yang berpihak
kepada keadilan sosial," jelasnya.(JHL.592)