Jepara, (18/13). Dorong upaya
peningkatan tata kelola Museum Kartini Jepara, sebagai bagian upaya merespons
tingginya minat masyarakat terhadap museum, sekaligus menanamkan nilai-nilai
kebangsaan di masyarakat.
"Sejak difungsikannya pendopo
Kabupaten Jepara sebagai Museum RA Kartini beberapa waktu lalu, ternyata sudah
ribuan orang yang datang. Kondisi ini harus direspons dengan tata kelola museum
yang lebih baik,"
kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat memberi sambutan pada acara
Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI bertema Menghidupkan
Kembali Museum Kartini Jepara: Tata Kelola Modern untuk Membangun Pengetahuan
dan Kebangsaan, di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025).
Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum. (Guru Besar
Sejarah & Dekan FIB UNDIP), Muhammad Afif Isyarobbi (Founder Komunitas
Rumah Kartini), Dian Ardianto (Kurator Museum- perwakilan Indonesia Heritage
Agency), Punto A. Sidarto (Arkeolog & Budayawan), Dr. Agi Ginanjar,S.S.
S.E, M.Si. (Dosen Museum & Manajemen Sumber Daya Budaya, FIB UI), dan Idham
Bachtiar Setiadi, Ph.D. (Antropolog & Praktisi Pelestarian Warisan Budaya),
menghadiri acara tersebut.
Menurut Lestari, momentum peningkatan
minat masyarakat ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar fungsi
museum sebagai tempat berkembangnya ide dan gagasan dapat dirasakan oleh
pengunjung.
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat,
melengkapi museum dengan sejumlah teknologi dapat memunculkan berbagai inside
terkait koleksi museum dan informasi sejarah yang selama ini belum diketahui
masyarakat.
Dijelaskan oleh Rerie yang juga anggota
Komisi X DPR RI, bahwa sejumlah langkah tersebut harus menjadi perhatian serius,
bagi para pemangku kepentingan dan dinas-dinas terkait, untuk memastikan masa
depan pengelolaan museum yang lebih baik.
Selain itu, ditambahkan juga oleh Rerie,
bahwa dalam upaya meningkatkan tata kelola juga harus dipikirkan sistem
pembiayaan museum yang berkelanjutan.
Diharapkan oleh Anggota Majelis Tinggi
Partai NasDem, tata kelola Museum RA Kartini di Jepara dapat segera
ditingkatkan, sehingga menjadi museum modern yang mampu berfungsi sebagai
sumber ilmu pengetahuan dan persemaian nilai-nilai kebangsaan bagi setiap anak
bangsa. (JHL.924)