Jakarta, (06/7). Anggota Komisi IX DPR RI, Nafa
Urbach, mempertanyakan penurunan signifikan jumlah peserta Program Magang
Reguler. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menteri
Ketenagakerjaan dan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Kompleks
Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat,
jumlah peserta magang reguler menurun dari sekitar 44 ribu orang pada 2024
menjadi hanya sekitar 13 ribu orang hingga Juli 2026. Nafa meminta penjelasan
pemerintah mengenai penyebab penurunan tersebut, terutama jika kebijakan
pengembangan magang bagi lulusan perguruan tinggi berdampak pada berkurangnya
kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK.
"Data menunjukkan penurunan tajam peserta
magang reguler dari 44 ribu pada 2024 menjadi hanya 13 ribu per Juli 2026.
Mengapa demi mengejar target magang lulusan perguruan tinggi, hak-hak anak-anak
lulusan SMK atau SMA seolah dikorbankan?" ujar Nafa.
Ia juga meminta, Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker)memastikan pemerataan akses pada pelaksanaan Program Magang Nasional
angkatan berikutnya. Menurutnya, peserta dari daerah pedesaan harus memperoleh
kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut.
"Bagaimana jaminan pemerataan di angkatan
berikutnya agar anak-anak di daerah pedesaan, seperti di daerah pemilihan saya
di Jawa Tengah VI, tidak tersisih?" katanya.
Selain itu, disoroti oleh Nafa, mengenai rendahnya
tingkat penyerapan tenaga kerja pascamagang di sektor pertanian. Berdasarkan
data yang diterimanya, sektor pertanian hanya menyerap sekitar 1,2 persen
peserta setelah menyelesaikan program magang.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi
perhatian mengingat sektor pertanian memiliki potensi besar dalam menciptakan
lapangan kerja, khususnya di daerah lumbung pangan seperti Purworejo, Magelang,
dan Temanggung.
"Apa strategi konkret Kementerian
Ketenagakerjaan agar Program Magang Nasional 2026 tidak bias perkotaan dan
mampu menyentuh sektor agribisnis di lumbung pangan ? seperti Purworejo,
Magelang, dan Temanggung, terutama di daerah pemilihan saya di Jawa Tengah
VI," ujarnya.
Diharapkan olehnya, evaluasi terhadap Program
Magang Nasional dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan merata.
Menurutnya, perluasan akses bagi lulusan SMA dan SMK serta penguatan program
magang di sektor agribisnis akan membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus
mendukung pembangunan ekonomi daerah. (JHL.7)