Data News

Penguatan Fasilitas Kesehatan di Perbatasan sebagai bukti kepedulian Negara

Jakarta, 11 Juli. Fasilitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) perlu untuk segera diperbaiki. Demikian pernyataan yang ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw saat menghadiri rapat konsultasi pimpinan DPR dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Menurut roberth fasilitas kesehatan di perbatasan dinilai masih mahal dan minim sehingga masyarakat lebih memilih untuk berobat di negara tetangga yang menawarkan fasilitas dan harga yang lebih baik.

“Di sini Malaysia itu alat kesehatan nol persen pajaknya. Maka layanan kesehatan mereka sangat murah. Kenapa di kita sangat mahal? Alat kesehatan kita sangat mahal, padahal pelayanan kesehatan itu kebutuhan dasar masyarakat. Maka tidak boleh pajaknya begitu mahal,” ujar Roberth Rouw.

Bagi Roberth bukan hanya persoalan harga yang membuat masyarakat memilih untuk berobat keluar negeri, namun juga perbedaan fasilitas yang signifikan juga mempengaruhi hal tersebut.

“Bagaimana di tingkat desa mau dapat fasilitas yang baik jika pemerintah tidak sanggup, pemerintah daerah juga tidak mampu membeli. Karena memang alat-alat itu sangat mahal. Saya mohon kepada pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, tolong dilihat ini karena kebutuhan terhadap kesehatan ini betul-betul sangat penting diperhatikan,” tegasnya.

Roberth menambahkan bahwa yang paling mengetahui kebutuhan di tingkat desa adalah pimpinan di daerah tersebut. Sehingga pembahasan yang akan dilakukan harus melihat masukan dari pejabat daerah untuk melihat perspektif dari mata orang di daerah.

Selain itu Roberth juga mendorong pemaksimalan teknologi dalam menjaga perbatasan. Menurutnya hal ini perlu dilakukan untuk menfatisipasi pergeseran patok perbatasan yang dipindah atau digeser.

“Saya juga mendapat informasi bahwa perbatasan kita dengan Malaysia banyak yang dipindah-pindahkan, (patok) ada yang hilang. Ini berkaitan dengan kedaulatan negara. Ini yang harus kita jaga dengan teknologi yang ada. Tidak perlu lagi dudukkan tentara di situ 24 jam, cukup dengan teknologi kita bisa mengawasi itu semua.” tegasnya.

Back to Top