Jakarta, 10
Agustus. Muhammad Farhan, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Badan Kerja
Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI-Parlemen Turki, menyambut kunjungan
kehormatan delegasi Parlemen Turki dengan penuh antusiasme. Pertemuan ini
berlangsung di tengah-tengah gelaran 'ASEAN Inter-Parliamentary Assembly'
(AIPA) di Jakarta, pada Selasa (8/8).
Farhan
menekankan bahwa pertemuan ini mengilustrasikan bahwa hubungan antara Indonesia
dan Turki tidak hanya terbatas pada aspek perjanjian formal antara pemerintah,
tetapi juga mencakup dimensi emosional antara masyarakat kedua negara.
"Kehadiran Parlemen Turki dalam AIPA bisa
menjadi titik awal kerjasama yang lebih kuat dengan Indonesia dan ASEAN secara
keseluruhan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk terbentuknya kerja sama
khusus ASEAN-Turki suatu hari nanti," tutur Farhan.
Rümeysa Kadak,
Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Turki, turut menyuarakan apresiasi
terhadap Indonesia karena telah memberi kesempatan kepada Turki untuk
berpartisipasi sebagai observer dalam AIPA 2023. Ia juga mengungkapkan rasa
terima kasih atas dukungan yang diberikan Indonesia dalam menghadapi bencana
gempa di Turki.
"Terima kasih kepada Indonesia atas undangan
AIPA tahun 2023 dan kesempatan menjadi observer. Kami berharap pertemuan ini
akan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Turki,
khususnya dengan peran saya sebagai Ketua Persahabatan Parlemen
Indonesia-Turki,"
ujar Kadak.
Dalam konteks
dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, pertemuan ini mencerminkan
semangat kolaborasi dan semakin mengukuhkan hubungan bilateral yang berpotensi
mendatangkan manfaat bagi kedua belah pihak. Diharapkan, dorongan positif ini
dapat mendorong terwujudnya kerja sama yang lebih mendalam dan berkelanjutan
antara Indonesia dan Turki di masa yang akan datang.