Jakarta, 14 November.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, menekankan
bahwa netralitas TNI menjadi fokus utama dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit
and proper test) calon Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.
“Untuk saat ini memang penekanannya adalah kepada
bagaimana upaya menjaga netralitas TNI karena menjelang Pemilu 2024,” ujar Farhan.
Farhan menyampaikan
kekhawatiran masyarakat terkait netralitas TNI di tahun politik, mengingat
banyaknya informasi mengenai ketidaknetralan oknum aparat. Dia menilai, arah
kebijakan TNI sangat tergantung pada Panglima TNI sebagai pemimpin tertinggi di
TNI.
"Ke arah mana TNI akan berorientasi itu memang
sangat tergantung pada Panglima TNI sebagai orang nomor satu di TNI,” tegas Farhan.
Farhan juga menyoroti
kedekatan antara Jenderal Agus Subiyanto dan Presiden Jokowi, terutama dengan
adanya partisipasi anak Presiden, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil
presiden pada Pilpres 2024.
“Sekarang kita politik terang benderang saja. Beliau
punya latar belakang pernah menjadi Dandim di sana (Solo), kemudian sekarang
seperti ini tentu perlu diwaspadai karena segala kemungkinan bisa terjadi,” ujar Farhan.
Farhan menghimbau agar
Jenderal Agus Subiyanto dapat bekerja secara profesional dan netral,
mengesampingkan kedekatan personal dengan pimpinan nasional. Panglima TNI,
menurutnya, harus fokus pada kepentingan bangsa.
Sebelumnya, Komisi I DPR
RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk Jenderal Agus Subiyanto
sebagai calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (13/11).
Jenderal Agus diharapkan menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan memasuki
masa purna tugas.