Sukabumi, (16/4). Menghadapi tantangan pengangguran
yang menjerat Kabupaten Sukabumi, calon wakil Bupati Sukabumi sekaligus Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Partai NasDem Ayep Zaki telah merancang
sebuah kegiatan inovatif yang bertujuan untuk mengatasi masalah Keuangan dan
tenaga kerja di wilayah Sukabumi
Melalui dana abadi yang diberikan secara independen
program ini diharapkan mampu memberikan solusi kongkrit bagi masyarakat yang terdampak
pengangguran dengan fokus utama pada peningkatan ekonomi ditingkat akar rumput.
Ayep Zaki yang merupakan pemberdaya Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia berkomitmen memberikan bantuan modal kepada
komunitas-komunitas lokal yang berpotensi dalam mengembangkan UMKM.
Dana abadi yang disalurkan kepada akar rumput
menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, melalui
penciptaan lapangan kerja baru dan
peningkatan produktivitas usaha. Dana abadi untuk menggerakkan ekonomi akar
rumput, sudah direalisasikan diberbagai
tempat, hal tersebut secara langsung di
sampaikan oleh Ayep yang merupakan calon Wakil Bupati dari partai NasDem.
"Dana
abadi untuk menggerakkan ekonomi akar rumput yang berbasis komunitas, saya
sudah melakukan ini di empat titik, yang pertama di komunitas pedagang asongan,
yang kedua dewan kemakmuran Masjid, yang ketiga peternak domba, dan itu tiganya
ada di Sukabumi yang satunya ada di Lampung, Lampung Tengah, yaitu komunitas
pertanian dan peternak Kambing"
kayanya
Dilanjutkan olehnya, "Alhamdulillah mereka sudah berjalan dan ini sangat penting sekali
untuk menggerakkan ekonomi akar rumput, karena kalau akar rumputnya tumbuh
ekonominya, sudah dapat dipastikan tingkat menengahnya pasti tumbuh, dan
tingkat atasnya juga akan tumbuh” Ujarnya.
Terkait dengan penyaluran dana abadi, untuk
menghadapi tantangan pengangguran dengan realisai selain menitikberatkan pada
pemberian pelatihan dan pendampingan bagi para pengangguran, pelatihan
diselenggarakan juga mencakup berbagai
ketrampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal maupun tenaga kerja
Indonesia di luar negeri. Program ini bukan sekedar solusi sementara, melainkan
investasi jangka panjang, dalam pembangunan ekonomi daerah. (JHL.134)