Lima Puluh Kota, (08/5). Anggota DPR RI Fraksi
Partai MasDem, Cindy Monica, menembus jalan ekstrem demi menghadirkan akses
internet untuk SD Negeri 04 Simpang Kapuak yang berada di Jorong Kubang
Balambak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Kamis
(7/5/2026).
Cindy turun langsung menyalurkan bantuan perangkat
internet Starlink setelah melihat video viral yang memperlihatkan perjuangan
siswa dan guru sekolah tersebut mencari sinyal internet di tengah hujan deras
demi mengikuti tes kemampuan akademik berbasis komputer.
Dalam video itu, para siswa dan guru harus berjalan
melewati jalan tanah berlumpur dan licin untuk mendapatkan jaringan internet
yang stabil.
“Ketika saya melihat video itu, hati saya
benar-benar tergerak. Anak-anak dan para guru harus berjalan di tengah hujan,
melewati jalan berlumpur hanya untuk mendapatkan sinyal internet agar bisa
mengikuti ujian. Ini bukan sekadar soal jaringan, tetapi soal masa depan
pendidikan mereka,” ujar Cindy.
Tak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis,
Cindy memilih datang langsung ke lokasi sekolah. Perjalanan menuju SD Negeri 04
Simpang Kapuak pun penuh tantangan karena harus melewati jalur berlumpur,
tanjakan curam, hingga kawasan hutan.
Kondisi geografis yang sulit selama ini membuat
aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kerap terkendala, terutama dalam
mengakses pembelajaran digital dan pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Menurut Cindy, akses internet kini telah menjadi
kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan dan harus bisa dirasakan secara merata,
termasuk oleh anak-anak di daerah terpencil.
“Anak-anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk
belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita mereka. Jangan sampai keterbatasan
jaringan membuat mereka tertinggal,”
katanya.
Dinilai juga oleh Legislator yang mewakili daerah
pemilihan Sumbar II itu, bahwa perjuangan menuju lokasi menjadi gambaran masih
banyak daerah yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait infrastruktur
dan akses digital.
“Saya percaya, anak-anak di pelosok pun memiliki
mimpi yang besar. Kehadiran internet ini bukan hanya bantuan perangkat, tetapi
menjadi jembatan harapan agar mereka bisa melihat dunia yang lebih luas. Negara
tidak boleh kalah oleh jarak dan medan,” tambahnya.
Kehadiran Cindy disambut hangat pihak sekolah dan
masyarakat setempat. Para guru berharap bantuan internet tersebut dapat membuka
akses pembelajaran digital yang lebih luas bagi para siswa di wilayah
terpencil. (JHL.7)