Jakarta, 12
Juli. Pos Indonesia harus melakukan inovasi dan transformasi dalam agar dapat
berkompetisi dengan swasta. Demikian ungkapan dari Anggota Komisi VI DPR RI
fraksi Partati NasDem, Rudi Hartono Bangun. Menurutnya langkah inovasi dan
transfomasi Pos Indonesia harus terus mengikuti perkembangan zaman.
“Karena perusahaan swasta seperti Lion Parcel,
Tiki, dan JNE sudah lebih dulu melakukan berbagai transformasi bisnis, seperti
Lion yang memiliki pesawat sendiri,” ujar Rudi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI
DPR dengan Dirut PT Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi, di Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).
Rudi menilai,
kompetitor PT Pos sudah lebih dahulu melakukan transformasi bisnis. Mereka
memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, bahkan memiliki armada yang banyak.
Lebih lanjut,
menurut legislator NasDem dari Dapil Sumatra Utara III (Langkat, Karo,
Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Kota Pematangsiantar, Kota
Tanjungbalai, dan Kota Binjai) itu, PT Pos tidak boleh hanya melakukan
pekerjaan dari penugasan negara.
“Misalnya saja, paket pekerjaan distribusi logistik
Pemilu 2024. Ini semacam pekerjaan subsidi saja, bukan murni bisnis. Kalau
kegiatan selesai Pemilu 2024, lalu sektor bisnis apa yang mau dikerjakan lagi,” tukasnya.