Data News

Penyakit Diabetes Melitus Mengancam Anak Indonesia

Jakarta, 5 Juli. Penyakit Diabetes pada anak menjadi sangat mengkhawatirkan belakangan ini. Hal ini perlu dicegah dengan melakukan peningkatan literasi kesehatan dan intervensi kebijakan perlindungan pada anak. Pernyataan ini diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat mengisi diskusi Daring terkait ancaman diabetes melitus pada anak-anak.

Dalam diskusi tersebut terdapat beberapa dokter sebagai narasumber dari beberapa lembaga seperti Kemenkes, IDAI, dan Dokters spesialis Gizi. Rerie sapaan akrab Lestari Moerdijat mengatakan bahwa data dari IDAI menyebut penyakit diabetes melitus pada anak mengalami peningkatan sebanyak dua kali saat ini. Hal ini menurut Reirie dapat menjadi ancaman pada masa depan anak Indonesia.

Sementara itu, Piprim Basarah Yanuarso yang merupakan ketua Umum IDAI berpandangan bahwa penderita diabetes melitus meningkat 3 persen dan 77 persen diantaranya merupakan anak-anak obesitas. Pada masa lalu, penyakit diabetes melitus hanya dialami usia 40 tahun keatas. Namun saat ini diabetes melitus tipe 2 juga sudah diderita oleh anak usia 6-7 tahun.

“Ini harus diwaspadai. Ini indikasi gaya hidup masyarakat kita yang tidak sehat,” ujarnya Piprim.

Bagi pipirim dengan keadaan yang terjadi seperti sekarang menjadi wake up call bagi kita semua. Karena ini berarti satu dari delapan penduduk Indonesia menderita diabetes melitus dan 80 persen penderitanya tidak sadar akan itu. Ia menilai Indonesia selain gaya hidup, konsumsi ultra processed food dengan glycemicinndex yang tinggi juga merupakan pemicu penyakit diabetes melitus tipe 2.

Selain pendapat para ahli, wartawan senior Saur Hutabarat yang mengikuti diskusi tersebut juga mengatakan Indonesia harus mencotoh negara Singapura. Menurutnya pemerintah Singapura menerapkan kebijakan yang sangat keras terkait kadar gula dalam makanan dan minuman. Saur menilai pemerintah harus mengeluarkan peraturan ketat terkait kadar gula dalam makanan dan minuman.

“Jadi diperlukan penetrasi negara, pemerintah yang sangat konsisten untuk menegakkan peraturan itu,” tegasnya Saur.  

Back to Top